PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PEMUTAR MUSIK


Mendengarkan musik tentu menjadi suatu hal favorit bagi kaula muda-mudi masa kini. Kini musik tak hanya menjadi media sarana hiburan saja, melainkan beberadaan musik sudah menjelma menjadi kebutuhan kepuasan masyarakat demi memenuhi kepuasan diri dalam mendengarkan musik. 

Musik bisa jadi sebagai media relaksasi yang bisa meredakan penat dan menjadi teman yang amat tepat untuk melakukan segala aktifitas misalnya kerja, belajar maupun dalam perjalanan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mendengarkan musik.

Era digital sangat memengaruhi berbagai hal dalam sendi-sendi industri musik. Bukan cuma para musisi yang memanfaatkan kecanggihan digital, melainkan para penikmat musiknya juga. Dari alat musik analog seperti piringan hitam, kaset pita beralih ke CD, lalu masuk ke winamp era iTunes, dan kini giliran layanan aplikasi berbasis streaming musik  yang mengambil alih panggung permusikan di tanah air maupun mancanegara.


Aplikasi-aplikasi ini menyediakan fitur-fitur canggih demi merangkul konsumen yang tertarik dengan pertumbuh kembangan musik yang semakin pesat nan canggih dengan alasan pola konsumsi musik digital yang terus berpotensi membesar. 

Semakin bermaraknya pertumbuhan aplikasi streaming musik, maka dilain sisi ada pula pihak yang merasa terlengserkan oleh pergerakan jaman yang makin sporadis. Yakni sebelum aplikasi-aplikasi streaming musik ini bermunculan, sekitar periode abad 20-90-an kita mengenal betul alat pemutar musik konvensional yang digunakan pada eranya, kita sebut saja piringan hitam, kaset pita, CD dan mp3 player, bahkan aplikasi winamp yang paling populer pada eranya tidak sanggup mengikuti pasar modern yang makin merebak, alhasil winamp gulung tikar sekitar tahun 2013 lalu.

1. Pemutar musik analog

A. Piringan Hitam 





Dulu piringan hitam sangat popular terutama tahun-tahun awal abad ke 20. Penemu pertamanya adalah Kevin Gerald yang menggunakan pemutar piringan hitam (phonograph) sebagai alat untuk membunyikan musik. Sebenarnya piringan hitam sudah ditemukan sebelumnya oleh Charless Cros pada tahun 1887. Tapi dia tidak bisa membunyikannya dengan sempurna karena hanya menggunakan pena saja. Di tahun berikutnya, Piringan hitam jenis baru yang lebih sempurna ditemukan oleh Emlie Barliner, tepatnya tahun 1888. Lalu ia memberi hak paten untuk label Barliner Gramaphone. Sejak masa itu hingga pertengahan abad 20, Teknologi Pemutar Musik piringan hitam meluas ke seluruh dunia. Namun karena harga pemutar dan piringannya cukup mahal, yang memilikinya hanya orang kelas menengah ke atas saja. Lagu-lagu yang diputar menggunakan mesin Gramaphone ini juga cenderung klasik dan masih berupa instrumental.

B. Kaset Pita 
 

Alat ini diperkenalkan oleh Philips pada tahun 1963 sebagai media penyimpanan dan pemutar musik. Dua tahun setelahnya, Compact Audio Cassette diproduksi secara masal. Sejak tahun 70an produsen tape dari berbagai Negara mulai membuat alat pemutar kaset yang kita kenal dengan tape recorder. Pada tahun 1980an, Sony menciptakan Walkman sebagai alat pemutar musik portable.

Keunggulan kaset daripada piringan hitam adalah bentuknya yang lebih ringkas dan juga pemutarnya yang bisa dibawa kemana-mana. Tapi, keawetan kaset pita ini tidak lebih lama dari piringan hitam. Terkadang kaset pita ini juga dapat kusut sehingga akan mengurangi kualitas lagu yang sedang diputar. Seiring dengan waktu akibat penggunaan, kualitas suara akan berkurang dan harus digantin dengan kaset baru.

3. CD Player
 

Teknologi Pemutar Musik cd player mulai diperkenalkan sejak tahun 90an. Penyimpanan audionya ada 2 versi, yakni menggunakan Compact Disk (CD) dan sejenis pita kaset yang berukuran lebih kecil dari pita kaset pada umumnya. Bentuknya lebih kecil dari piringan hitam dan kapasitas penyimpanannya lebih besar daripada kaset pita. Pada saat awal kemunculannya, produsen CD tidak berani untuk langsung bermain di pasar global karena kelemahan DAT yang disimpan dalam CD, bisa di-copy ke CD lain sama persis kualitasnya tanpa ada distorsi. Lalu berkembang ada VCD, DVD, yang tidak hanya memutar musik namun juga video.

D. MP3 Player



Mungkin inilah format paling mutakhir dari media penyimpanan dan pemutar audio. Saat itu musik mengalami proses digitalisasi. Dengan adanya format MP3, WAV, WMA, dll, maka sekarang musik ataupun file audio lainnya bisa diputar dengan MP3 player dan platform lain, misalnya macbook pro  terbaru.Hari ini, MP3 player sangat beragam jenisnya, ada yang masih berukuran besar adapula yang sangat kecil. Anda hanya membutuhkan memori MicroSD yang memiliki ukuran sangat kecil sebagai media penyimpanannya.


 2. Pemutar musik digital


A.       JOOX
Aplikasi garapan Tencent Holding Ltd ini merupakan aplikasi streaming musik yang paling banyak digunakan saat ini.JOOX ini menyediakan banyak sekali lagu yang bisa didengarkan via streaming secara legal. Selain bisa digunakan untuk streaming, setiap lagu pada aplikas JOOX juga bisa diunduh secara gratis lalu dimainkan secara offline.


B.     Spotify
Spotify mungkin merupakan aplikasi streaming musik terbaik dan terfavorit sekarang ini.Spotify yang merupakan aplikasi streaming garapan perusahaan asal Swedia ini diluncurkan sejak tahun 2008 dan sudah mendukung lebih dari 70 bahasa. Aplikasi yang bisa digunakan untuk perangkat Android/iOS dan juga desktop seperti PC atau laptop ini, menyediakan dua tipes treaming yaitu tipe free dan premium




 

C.       Guvera
Guvera adalah aplikasi streaming musik asal Negeri Kangguru, Australia.Guvera merupakan aplikasi simpel yang menyediakan banyak sekali lagu yang bisa di-streaming. Aplikasi musik online ini juga didukung dengan banyak sekali lisensi dengan label-label kelas dunia yang membuat lagu di Guvera menjadi legal,



D.         SoundCloud
Aplikasi SoundCloud bukan hanya aplikasi mendengarkan musik gratis, tapi juga memungkinkan penggunanya untuk promosi atau mendistribusikan lagu-lagu mereka. Jadi, para pengguna SoundCloud bisa meng-upload lagu buatan kamu sendiri agar pengguna lain bisa mendengarkan lagu yang kamu upload. Dan,SoundCloud punya banyak sekali format lagu yang bisa di-upload seperti WAV, FLAC, MP3, AAC, WMA.






Sungguh menarik menelisik era perkembangan digital teknologi yang sudah membabi buta ini. Tak kenal waktu tak kenal kata toleransi, pokok ada kesempatan maka itulah momen yang tepat untuk membuat terobosan baru atau berinovasi dengan berlandaskan pemikiran klasik yang disimpelasikan dengan ide yang menarik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FUNGSI MEDIA SOSIAL TWITTER